Blognya Mang Robby

Tempat Berbagi Ilmu dan Cerita

Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

Abah-pun Nasionalis

Abah-pun Nasionalis



Semenjak kecil saya sudah tinggal dan dirawat bersama kakek dan nenek, atau biasa saya panggil abah dan emak. Mereka dengan ikhlasnya bersedia membesarkan kami hingga wafatnya. Sampai sekarang meskipun mereka telah tiada, banyak sekali cerita yang bermakna yang bisa saya rekam untuk dijadikan motivasi dalam kehidupan.
Abah adalah seorang yang religius, meski dilihat dari silsilah bukan dari kalangan tokoh agama dan ulama namun motivasi agama begitu besar pada dirinya. Satu hal yang menarik, selain beliau berjuang menghidupkan agama dengan rajin menghadiri majlis-majlis ilmu, ternyata beliau juga seorang pejuang di zaman kemerdekaan dahulu kala.
Ketika itu saya masih duduk di bangku sekolah SLTP, tepatnya di MTs Darul Huda di kampung saya. Kebiasaan dulu saya sering meminjam buku perpustakaan yang menurut saya menarik walaupun belum saatnya dipelajari. Saat itu saya pinjam buku sejarah kelas XII SMA/MA yang bagi saya menarik untuk dibaca dirumah. Hari berganti hari, di suatu siang yang cerah namun dingin angin menerjang seperti biasa abah duduk di balai belakang rumah sambil membaca sebuah buku. Saat itu beliau memanggil saya, ternyata beliau sedang membaca buku Sejarah yang saya pinjam kemarin-kemarin. Setelah mendekat, beliau menunjukan bacaan bagian hari-hari sebelum kemerdekaan, tentara PETA dan penculikan Ir.Soekarno ke Rengasdengklok. Beliau bercerita bahwa dulu sehari sebelum diculiknya sang proklamator  abah berada di Rengasdengklok mengikuti pelatihan sebagai seorang  tentara PETA.
Dari cerita beliau menunjukan bahwa abah adalah seorang yang Nasionalis dan Patriotis, selain beliau berjiwa agamis. Beliau mampu berkontribusi membela dan memperjuangkan NKRI yang kita cintai ini. Pengalaman beliau memotivasi saya untuk selalu rela berkorban dan terus berjuang untuk selalu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan bangsa ini. Abah dan orang tua kita semua dulu berjuang dengan fisik dan senjata, sekarang saya dan kita semua tinggal berjuang dengan intelektual dan terus berkarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]